Kisah Ngentot Raymond Saat Menjadi Sopir Pribadi

Kisah Ngentot Raymond Saat Menjadi Sopir Pribadi

Kisah Ngentot Raymond Saat Menjadi Sopir Pribadi

Kisah Ngentot Raymond Saat Menjadi Sopir Pribadi | Nama saya Raymond. peranakan jawa cina. umur saya saat ini 29 tahun. aku lahir dan besar di ibukota ini. sebagai warga keturunan yang tidak memiliki harta berlimpah, aku mengerjakan apa saja yang bisa menghasilkan uang untuk menyambung hidupku sendiri.

Dari sekian banyak pekerjaan yang sudah aku lakoni, menjadi seorang supir adalah pekerjaan yang aku suka. ya, memang, pekerjaan tersebut terlihat rendah dan tidak memiliki kekuasaan. namun setiap kali aku mendapatkan majikan yang “enak” dipandang mata, hal tersebut seakan merubah segalanya penilaian terhadap profesi tersebut.

oke, baiklah, sekarang aku ingin menceritakan pengalaman aku yang terbilang wild, nakal, dan gila, selama kurang lebih 4 tahun aku menjalani pekerjaan sebagai supir.

Ibu Ita,42 tahun, wanita berpendidikan tinggi, dan wanita berkelas, dan istri dari seorang pengusaha yang teramat sukses di negara ini. Ibu ita memiliki perawakan tinggi sekitar 165 cm dengan berat kira kira sekitar 75kg. ia dia memang sedikit gendud dana sudah ada yang mengendur dibeberapa bagian tubhnya, maklum sudah memiliki 2 orang anak dan berumur.

saat itu aku bekerja dikeluarganya ibu Ita. dan pekerjaanku adalah sebagai supir pribadi ibu ita ini. dalam keluarga ini, suami, istri, dan anak2 mereka memiliki mobil masing2 dan hampir semuanya menggunakan seorang supir. dan aku menjadi supir ibu Ita.

setiap kegiatan ibu ita diluar rumah, selalu aku ikut. mulai dari undangan-undangan ke seminar seminar, sampai kegiatan yang sifatnya sosial. ibu ita ini adalah wanita tipe sosialita yang berbeda dari kawan kawan ibu ita. ibu ita boleh dibilang sedikit kalem dan berkelas dibandingkan teman-temannya yang aku ketahui.

Semuanya berawal dari hari itu. hari dimana kehidupanku berubah.

pada hari itu aku sedang mengantar ibu ita ke salah satu supermarket yang ada dibilangan jakarta selatan. sekitar 2 jam menunggu ibu ita keluar membawa troli beserta dengan belanjaan nya, dengan sigap aku langsung menyalakan mobil dan menghampiri ibu di loby swalayan tersebut.

aku membantu ibu ita memaskan belanjaan ke bagasi mobil. pada saat aku sedang membantu memaukan barang belanjaan ke bagasi mobil, tidak sengaja mataku melirik kearah belahan dada ibu ita yang pada saat membungkuk mengambil belanjaan, dress nya sedikit kebawah. ibu ita memang tidak suka menggunakan dress dress sexy yang biasa digunakan sosialita pada umumnya. pada hari itu, ibu Ita menggunakan dress selutu, yang terlihat cocok dan pas di lekuk tubuh ibu ita ini.

tidak terlalu besar, namun cukup apabila aku menyelipkan “rudal” ku ini di tengah tengahnya. pikiran ku semakin jorok melihat pemandangan yang disughkan oleh ibu. sepertinya dia tidak sadar sedang memiliki pertunjukan, dan aku sebagai penonton vvip nya. sambil memasukan dan menyusu barang di bagasi, aku terus memikirkan dada ibu ita. bagaimana jika 2 genung kendur yang terjun bebas tadi aku lumat, aku hisap, aku jilatdengan rakus sampai aku puas. aku terus memikirkan fantasiku tersebut.

akhirnya kami keluar dari swalayan tersebut, dan si ibu lagi sibuk menerima telfon dan aku terka itu adalah telfon dari bapak.

mereka nampak sedang bertengkar. itu kelihatan dari nada dan argumen yang ibu ita keluarkan. telfon pun ditutup, dan aku lihat dari kaca sepion tengah ibu ita terlihat menahan tangis dan memerah wajahnya.

“ibu tidak apa2 bu?” tanyaku memberanikan diri.
“gak” jawab ibu singkat
aku memberikan tissue dari dassbord depan.
“kita mau langsung pulang apa kemana dulu bu?” tanyaku ke ibu
“ia pulang. tapi nanti malem kamu standbye, saya mau pergi. hp kamu aktifin ya jangan mati, karena saya belum tau mau pergi jam berapa” jawab dia dengan masih nada yang kesal.
“baik bu” jawabku singkat dan masih memikirkan dada putih nya tersebut..

jam 10.30 Wib.

telfon dari ibu dan menyuruhku ntuk segera bersiap. aku langsung bergegas memanaskan mobil dan mengeluarkannya dari garasi. aku menunggu dimobil dan sekitar 20 menit kemudian, ibu ita keluar menggunakan dress panjang berwarna hitam, yang walaupun tidak terbuka, namun tetap terlihat sexy di tubuh ibu ita. lekuk tubuh ibu terlihat jelas terceplak dibalik gaunnya..

jam 11.15 Wib kami sampai di sebuah gedung dan yang kutahu dilantai berapanya gitu ada sebuah night club.

“mond, kamu kalo mau turun mau masuk ke club, masuk aja ya, kamu minum minum aja di bar sekalian jagain saya” perintahnya.
“ia bu, nanti saya susul ibu” jawabku
“kalo kamu jadi masuk ke club, bilang aja reservasi atas nama saya”

lalu ibu turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam gedung tadi. aku melihat tubuhnya dari belakang yang terceplak jelas. dan aku horny seketika. aku bernafsu membayangkan tubuh itu aku gempur semalaman dari belakan dengan kasar dan cepat..

segera aku mencari parkir, dan karna waktu itu adalah weekdays, jadi aku dengan mudah mendapatkan parkir. lalu aku berfikir untuk masuk ke club tersebut, untuk menikmati dengan beberapa botol bir dan shot minuman. udah dikasih ijin ini sama majikan. satu yang musti kalian ketahui, meskipun aku seorang supir aku memiliki perawakan yang baik, bagus, dan tidak terlihat seperti supir sama sekali apabila mereka tidak menanyakan perkerjaan saya. pada saat itu aku berumur 25 tahun. aku tinggi, sekitar 182, dengan berat 68 kg, aku termasuk orang yang cukup rajin berolahraga. aku memiliki dada bidang, kulit putih, dan Torpedo super. ya memang super. dari semua wnita yang pernah aku tiduri, mereka semua selalu puas dan bukan fake orgasm. aku memuaskan mereka semua. ke sukaanku terhadap sex, membuat wajah dan speak aku berguna. dan dengan modal itu, biasanya aku tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan teman tidur, atau pacar.

aku turun dan aku langsung menuju lantai 32, lantai dimana night club itu berada. akhirnya masuk dengan menggunakan nama ibu ita. dari pertama masuk saja aku sudah bisa mengetahui bahwa club ini, bukanlah club ecek ecek, tidak semua orang bisa masuk club ini. aku langsung menuju main bar, posisiku tidak jauh dari posisi meja yang ibu ita dan teman temannya sewa. dari bar tersebut aku dapat melihat sosok ibu ibu sosialita yang anggun dan berkelas, yang tadi siang menyuguhkan susunya (walaupun tidak sengaja) kepadaku.

aku melihat ibu ita sedang ada di meja berasama teman-teman sosialitanya. ada 6 tante tante, dan 2 orang lelaki muda. mereka semua terlihat akrab dan saling bertukar cerita. mereka semua terlarut tawa oleh suasana club yang mendukung.

tak terasa aku sudah menghabiskan 1 pitcher bir. aku lihat jam tangan sudah menunjukan pukul 1.00 wib. tidak terasa karena aku terbawa suasana dengan menikmati musik dan berbicara sampai berkenalan dengan tamu wanita yang sedang berada dibar. hanya sekedar berbincang sambil sedikit memuji dan berharap pembicaraan dengan gadis gadis ini ada yang berakhir dengan one night stand. namun malam itu belum beruntung, aku hanya dapat nama dan pengalaman untuk speak ku agar semakin terlatih.

aku lihat ke arah ibu, dan tampaknya dia sudah ingin meninggalkan club tersebut. dan yak, ibu pulang dan aku mengikuti dari belakang. jalan ibu tampak sempoyongan dan aku dengan sigap memegang ibu agar tidak terjatuh. ibu kaget dan melihat kearahku.

“eh, kamu mond”
“ia bu, ini saya. ibu gpp kan? masih bisa jalan?”
“ahaha ya masihlah emangnya saaya kenaapa” jawab ibu ita menyembunyikan, dan harus kuakui bahwa acting nya dia jelek sekali. karena aku masih melihat bahwa ibu sedang teler berat. aku papah ibu, dan aku bukakan pintu mobil, dan ibu langsung masuk dan duduk dengan lemas.

“langsung pulang ya bu” aku membuka omongan kettika didalam mobil.

diperjalanan pulang aku melihat dari spion tengah ibu ita sedang duduk dengan dress yang tersingkap. aku coba melihat kebelakang ketika lampu merah. kulihat ibu ita yang sedang tergolek lemas tak berdaya di jok belakang dengan dress yang sedikit berantakan. mabuk banget dia malem ini, pikirku dalam hati.

ibu ita bangun dan memergoki aku sedang memperhatikan dia dengan penuh napsu.

“eh, kenapa mond? udah sampe” tanya nya kaget saat melihatku sedang memperhatikan dia.
“gpp bu, saya hanya ngecek ibu saja, takut kenapa kenapa” jawabku ngeles.

“gpp kok. cuma pusing”
“saya beliin susu beruang ya bu. karena itu ngaruh banget tu bu” tawarku.

akhirnya aku mapir di minimarket 24 jam. aku berikan susu beruang tersebut ke ibu.

“mond jangan bilang siapa2 ya saya mabuk”
“ia bu”
“saya lagi stress sama bapak, makanya begini akhirnya pelampiasannya”
“ia gpp bu, emang kadang-kadang kalo lagi stress terus minum itu paling enak”
“ahh nggakklah. btw, tadi kamu ngeliatin saya dan teman2 saya ya di dalem?”
“ia bu, temen temen ibu cantik-cantik. itu yang laki 2 itu anak -anaknya ya bu?”
“ahaha, bukan mond. mereka itu hadiah”
“hadiah? hadiah gimana?”
“yaa saya dan teman teman saya tadi itu arisan. dan yang menang bisa ditemenin sama 2 orang itu malem ini. ahhaaha” jawab ibu ita masih dalam keadaan mabuk.

wahh kesempatan ku nih buat mengambil kesempatan ini.
“ooo gitu ya bu, yahhh ibu kalah dong, buktinya ibu pulang sama saya lagi”
“iaa nih, mana bapak ga ada lagi malem ini”
“wahh kesian, saya temenin aja bu kalo boleh. hehe”
modus sudah dijalankan. dan aku menunggu dengan cemas tanggapan dari ibu.

aku menatap dari spion ibu ita. aku takut dia tersinggung. dan 10 menit diam si ibu langsung ngomong

“raymond mau nemenin aku malem ini?”
damn!, dia nanya gitu dalam keadaan setengah sadar.
aku melihat spion tengah lagi makesure bahwa ibu tadi ngomong apa. “kenapa bu mohon maaf?” tanyaku lagi.

“ia raymond temenin ibu malem ini. bisa kan?” jawabnya sambil memajukan duduknya mengarah ke arahku didepan. tangan ibu ita langsung meraba dan meremas torpedoku yang masih tersimpan rapih di balik celana jeans.

ibu ita terus asik meremas remas torpedoku sambil tertawa tawa dan senyum nakal. aku langsung cium saja bibirnya yang berwarna peach dan tampak menggairahkan malam iini. untungnya kemampuan mengenmudiku diatas rata-rata jadi aku tidak masalah apabila berkendara sambil ciuman..

aku sange, nafsuku sudah ada di ubun-ubun dan torpedoku sudah siap beraksi karna mendapat stimulus dari ibu ita. FYI, torpedoku memiliki panjang 12 cm dengan diamete 8cm. besar gemuk. ini adalah anugrah dari tuhan kepadaku.

“bu, ibu sange kan? saya juga, kita ketempat sepi dulu yuk bu”
“ke hotel ajaaa, buka kamar mondd”
“lain kali aja bu, malem ini saya pengen entot ibu habis-habisan didalam mobil,saya jamin ibu bakalan puas dengan saya”
“ishhhhhh, bukaa celana nyaaaa” jawabnya centil dan menggemaskan.

aku menuju gelanggan olah raga disekitaran jakarta. aku masuk ke area tersebut, dan parkir di tempat parkir salah satu arena olah raga di area komplek tersebut. setelah parkir, aku lompat ke jok belakan, dan ku jamahi tubuh ibu ita yang siang tadi masih jadi majikan ku dan malam ini aku sudah bebas meraba setiap jengkal tubuhnya yang gempat dan semok ini.

kubuka dress ibu, dia sedang menggunakan BH dan celana dalam berwarna sama. berwarna merah maroon dengan hiasan renda warna hitam. kubuka bh tersebut dengan kasar, ku hisap puting susu wanita 48 taun itu. kujilat, dan kupelintir pelintir puting ibu ita, yang membuat ibu ita mendesah keenakan.

“ishhhhhhh jangan mond aku majikanmu. jangan di isep pentil aku.ahhh ishhhhh. ishhhh” celoteh ibu ita yang sudah larut keenakan.

aku terus melanjutkan aktifitas menyusuku ke ibu ita, sambil tanganku yang sebelah kanan sudah masuk kedalam celana dalamnya. kukobel, dan kutusuk tusuk memeknya dengan kasar, dan cepat. memek ibu ita termasuk memek yang cepat basah.

hampir 25 menit aku menyusu dan fingering ibu Ita. sekaran ibu ita aku suruh untuk menghisap torpedoku yang sudah besar.

“isep bu” perintahku sambil menjabak kepala ibu ita, dan menjejalkan kontolku ke mulutnya yang kecil. torpedoku tidak muat seluruhnya masuk kedalam mulutnya. kulihat wajahnya yang dengan susah payah mengisap kontolku yang tidak muat di mulutnya. kupaksa dia untuk menelan keseluruhan kontolku. dan di batuk, tersedak kontolku yang besar ini.

“ahhh jangan paksa. aku ga bisa napas mond” memelas ibu ita kepadaku.

tidak ku gubris omongannya malah semakin semangat aku untuk mengasarinya malam ini.

“diem ah, isep aja pake mulut ibu yang kecil ini. cepet” perintahku sambil terus menaik turunkan kepalanya untuk meng onani aku.

aku sudah tidak tahan dan ingin menyelesaikan permainan ini. kusuruh ibu ita untuk nungging membelakangi aku. setelah nungging, aku mulai memompanya dari belakang dengan kasar.

“plook plook plook plook plokk plokk plook plokk!” begitu suara ketika kontolku menghujam memeknya yang sudah basah dan memerah dari belakang. pantatnya tidak lepas dari permainan ini, ku pukul hingga menyeplak tanganku. ku pompa dia dengan cepat dan kasar hingga membuat mobil ini bergoyang

“ahhhh ahhhhh ahhhh ahhhhh ahhhhh ahhhha hhhh ihhhhhh ihhhhh ahhhh ahhh raymond sakit memekk aku ahh ahh ahha hh” desahan ibu ita yang keenakan ketika aku pompa memek mulus tanpa rambutnya itu

“mondd akk keluarr. ahhh ahhh ahh”
“aku sebentar lagi, memek ibu enak banget, legit.. ahhhh ughhhh enak gak bu kontol saya?”
“enakk bangett monddd, berasa bangett.. ahhh ahhh ahh aw ahh ishhh ughhh”

gerakan ibu semakin tidak terkontrol. dia ikut menggesekan memeknya kekontolku dan membuat sensasi luar biara. aku remas tetenya yang bergelantung, kutarik tarik puting susunya dengan kasar..

“ahhh mondd udahh aku ga kuat”
“tunggu! aku belom puas entot kamu.. aghh enak banget memek kamu”

40 menit kami tempur dialam mobil. kulihat kaca mobil sudah tertutup embun nafas kami. dan akhirnya aku sampai. aku keluarkan di mulut ibu ita.

“aku keluar keluar keluar, cepet sini muka ibu. AAA” perintahku sambil tetap ngocok kontolku yang akan segera keluar.

“aghhh aaaaaaak aghhhhh aghh” desahanku saat menumpahkan spermaku ke mulut ibu ita malam itu..

lemas seketika badanku, kejang dan nikmat. dan kulihat ibu itu terkulai lemas di pahaku. kubersihkan cairan sisa pejuku yang mmasih ada dikontolku dengan mengusap usapkannya di wajah ibu ita.

“maaf ya bu. tapi ibu enak banget. gak kaya udah punya anak 2″ kataku dengan kondisi lemas dan masih terkulai.

“ia mond, makasih juga. aku puas. memek aku kaya robek kamu pompa gitu. tapi aku suka banget”
“eh tapi mond, jangn ada yang tau ya tentang ini. kalo sampe ada yang tau, aku pecat kamu dan aku laporin polisi”

“iaa bu,, tapi ibu janji juga kalo lagi mau main kasihtau aku aja biar saya puasin lagi”

“ia sayang” jawab ibu ita sambil mencubit dagu ku daari bawah.

“buu sekali lagi yuk, aku masih belom puas” ajakku ke ibu ita.

“ihh dasar” jawab ita dan mulai mengulum kontolku lagi hingga kembali kebentuk maksimalnya.

dan setelah malam itu, ibu ita bagaikan punya anak lagi, dan aku punya ibu lagi. ia, ibu ita jadi sugar momy aku, aku jadi sering diajak belanja, dan diberi barang2 mewah selama aku terus memenuhi kebutuhan batinnya. masih banyak pengalaman sex ku dengan majikan ku ini.

Hole in Two. .

Siang ini ibu Ita minta diantarkan ke sebuah restoran, fancy restoran alias restoran kelas atas di daerah jakarta selatan untuk bertemu dengan kawan kawan sosialitanya. siang itu jalanan dijakarta sangat tidak bersahabat. macet tidak berkesudahan, membuat aku dan ibu ita terjebak didalam tempat dimana pertama kali aku dan dia bersenggama dengan sangat liar disitu. ia, mobil.

1 setengah jam perjalanan dari rumah ke restoran sangatlah diluar ekspektasi yang seharusnya. apabila perjalanan normal dari rumah ibu ita ke restoran tersebut hanya perlu 45 – 50 menit. tapi ya sudahlah, ini jakarta, ibu kota indonesia yang wajahnya kian menua dan rusak dimakan perkembangan. hanya berkembang tidak maju.

lagipula siang itu, kebosananku dibunuh oleh perasaan suka cita, bahagia, puas, nikmat, dan juga fantastis. oke sorry its to much.

ditengah kemacetan itu, aku minta ke ibu jatah blowjobku siang ini. karena jujur, aku tidak pernah puas untuk “menghajar” tubuh wanita 42 tahun ini. mulut lembutnya itu dengan telaten menghisap torpedoku yang sudah dalam bentuk maksimalnya.

“ahhh, buu enak banget mulut kamu, ga bosen di isep terus sama kamu” racau mulutku menikmati service dari ibu ita..

“slurrpp slurrpp slurrppp slurpp slurrpp” suara ibu ita dibawahku, yang sibuk keenakan menghisap torpedoku.

ibu ita dengan telaten menjilati zakar sampai kepala torpedoku, dijilat ujung torpedoku, dan lidahnya dimainkan ditengah tengah lubang kencing torpedoku.. jujur, itu ngilu banget, cuma kalo service dari ibu ita, gaya itu adalah gaya favoritku. ibu sangat mahir memanjakan pelir ku. dia suka torpedoku. dia mendapatkan kepuasaan dariku. kepuasaan saat lobang mekinya aku gempur habis habisan sampai mengeluarkan bunyi-bunyian yang kupikir sangat sexy. untuk meki wanita yang sudah mengeluarkan 2 bayi, meki ibu ita masih sangat pulen walaupun sedikit kering.

tangan kiriku sibuk memegang kemudi, dan tangan kananku sibuk menjambak rambut ibu ita dan menaik turunkan kepalanya untuk mengikuti ritme sesukaku.

“Hoekk Hoekk” suara ibu ita saat aku deepthroat dia. kalo aku kutip dari 50 shades of grey, ” i don’t make love.. i fuck.. hard” walaupun tidak sampai se-Mr.grey itu, tapi aku sangat menikmati apabila wanita yang bercinta denganku aku kasari.

“aghhh aghhh bu, aku mau keluar sebentar lagi. terus isep bu, aghhhh aghhhh ssssshhh aghhh”
desahku menikmati sepongan ibu ita. ku naik turunkan kepala ibu ita dengan cepat. ku tengok kebawah ibu ita sedang memejamkan matanya, membuka lebar mulutnya, dan memaksa memasukan torpedoku kedalam mulutnya..

“aghh buu aku keluar!!! shitt agh agh agh aghhhh” ku muncratkan semua maniku kedalam mulut ibu.

langsung ku ambil tissue dikursi belakang, dan kuberikan kepada ibu. ibu langsung mengambil beberapa lembar tissue tersebut dan membuang maniku ke tissue itu. ahhh, aku puas sekali. mulut dan mekinya sama baiknya dalam memberikan service kepada kontolku. aku pernah berfikir, gimana rasa mekinya ibu ya ketika masih muda? pasti lebih sempit, dan lebih berair ketimbang sekarang. ahh, betapa beruntungnya pak tommy mendapatkan itu. atau pak tommy juga tidak mendapatkan keperawan ibu? ahh bodo lah, yang penting aku dapat spot untuk menikmati meki 42 tahunnya bersama sama dengan bapak.

sampailah kita di restoran tersebut, sebelum ibu turun, ibu merapikan riasan make up dan rambutnya, hanya me retouch liptiknya yang sudah sedikit pudar karna blowjob tadi.

“Mond, kamu tunggu dimobil aja ya. jangan kemana mana, takut aku butuh kamu.” perintah ibu. biar bagaimana pun dia tetap majikan saya yang bebas kasih perintah ke saya.

“baik bu. aku tunggu ibu di mobil. tapi maaf, kalo boleh saya tahu, ibu butuh bantuan buat apa ya ??” godaku sambil melirik ke ibu.

ibu ita yang sedang merapikan lipsticknya tersenyum mendengar pertanyaan menggodaku tadi. ibu ita menyelesaikan kegiatan membenarkan lipstik dan memasukan kedalam tempat make up nya, dan bersiap untuk turun. namun sebelum dia turun, dia tersenyum ke arahkau sambil mengeluarkan tatapan nakal dan dia mendekat ke arah kupingku dan membisikan

” aku bukan butuh kamu, tapi aku butuh kontol kesayangan aku untuk bisa puasin aku setiap saat. makanya, aku gak pake cd lagi sekarang. biar cepet” bisikan kotornya yang keluar dari bibir merah sexynya.

aku tersenyum mendengar bisikan ibu. senyumanku sebenarnya memberikan maksud, “ohh siap, dengan senang hati”

sekitar 3 jam ibu didalam, entah sedang apa dia. aku mati gaya dimobil. selama aku dalam jam kerja, aku tidak diperkenankan untuk merokok. makanya aku mati gaya. akhirnya ibu muncul, aku siap bergegas merapikan bajuku yang sedikit kusut karna aku tidur-tiduran di mobil. aku jemput ibu di loby, sesampainya didepan ibu dia bukannya langsung malah menelfonku,

“mond, bukakan saya pintu mobilnya” perintahnya.

aku langsung turun dari mobil, dan berjalan bergegas memutari mobil untuk membukakan pintu untuk ibu.. saat itu ibu ita sedang bersama 2 temannya. yang kini ku ketahui bernama ibu Adian dan Ibu Rosa. 2 orang itu tampak lebih muda dari ibu. itu terlihat dari busana yang ke 2 orang itu kenakan.

“silahkan bu” mempersilahkan ibu ita masuk. setelah ibu ita berpamitan dengan temannya ibu Adian, ibu ita mengajak temannya masuk mobil . ternyata ibu Rosa ikut dengan mobil kami.

“mond, kedaerah pakubuwono ya”
“baik bu” jawabku siap melaksanakan tugas.

pada saat aku mengantarkan ibu Rosa, jalanan sama dengan jalan perginya macet. tapi kali ini bertepatan dengan jam pulang kantor. selama perjalanan aku merasa seperti sedang diperhatikan, dan ternyata benar ibu Rosa menggodaku dengan memberikan tatapan genit, dan penuh arti.
pikirku, kalo ada kesempatan kenapa nggak. aku tersenyum ke ibu rosa. aku melihat ke sebelahnya ibu ita sedang melihat kearah luar jendela. sehingga tidak mengetahui pemilik torpedo kesangannya tersebut sedang digoda oleh another mamah. and i love it.

Aktifitas dengan curi curi pandangku dengan ibu rosa terjadi sepanjang perjalan sampai rumahnya. ya memang hanya sebatas itu dulu saja aktifitasku dengan ibu rosa. tapi aku percaya, aku akan mendapatkan aktifitas yang lebih dengan ibu rosa. (Bersambung)

Foto Memek Tante Hot

  • memek lebar
  • memek bakem
  • galleri photo cewek tante cantik com
  • tante ngentod
  • gambar ngentot arab
  • foto ngentot cewek arab
  • foto memek lebar
  • foto memek tembem di entot
  • cewek korea ngentot
  • memek jorok
Kunjungi Juga | Cerita dan Foto Tante Girang
VIMAX
Kisah Ngentot Raymond Saat Menjadi Sopir Pribadi | Rosita Munafick | 4.5